Usaha Mikro: Jenis, Permodalan, Dasar Hukum, dan Kewajiban Perpajakan

Pernahkah Anda mendengar istilah usaha mikro? Apabila Anda memiliki usaha ekonomi secara perorangan, itulah yang dinamakan sebagai usaha mikro. Usaha mikro selalu berdiri sendiri, bukan berupa cabang suatu perusahaan utama, dan memiliki jumlah kekayaan bersih mencapai Rp. 50.000.000. Yuk, simak lebih lanjut perihal jenis-jenis usaha mikro, permodalan, dasar hukum, dan kewajiban perpajakan di bawah ini!

Mengenal Jenis-Jenis Usaha Mikro

usaha-mikro

Di sekitar kita, ada banyak sekali ragam usaha kecil. Usaha ini juga dikenal sebagai usaha kecil menengah. Usaha-usaha kecil ini  dapat bergerak di bidang apa saja. Saat ini, usaha kecil yang populer di masyarakat Indonesia bergerak di bidang seperti kuliner, teknologi digital, busana dan  pendidikan. Di antara empat bidang tadi, bidang kuliner menduduki peringkat terpopuler. Hal ini tidak mengherankan, sebab bisnis kuliner memang tidak akan pernah ada matinya. Semasih semua orang membutuhkan makanan, bisnis kuliner akan terus berjalan dan diminati masyarakat. Oleh karena itu, usaha kecil di bidang kuliner merupakan prospek bisnis cemerlang yang bisa Anda coba.

Dari puluhan ragam bidang yang Anda bisa coba untuk bisnis, perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya hanya ada dua jenis usaha mikro, yakni “livehood” dan “micro”.

Bisnis “Livehood”

Bisnis kecil Anda hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari? Jika iya, berarti Anda menjalankan usaha kecil jenis “livehood”. Bisnis tipe “livehood” merupakan usaha informal dengan tujuan mencari nafkah. Contoh dari usaha tipe “livehood” adalah pedagang kecil gerobak, asongan, dan pedagang kaki lima.

Bisnis “Micro”

Dibandingkan bisnis “livehood”, bisnis “micro” merupakan jenis usaha kecil yang sudah lumayan berkembang. Akan tetapi, bisnis ini masih tergolong kecil sebab masih belum bisa melakukan ekspansi ke ranah ekspor-impor atau berdiri sendiri sebagai suatu perusahaan.  Contohnya adalah usaha warung dan kios.

Permodalan Usaha Mikro

Setiap usaha memerlukan modal untuk bisa bergerak. Anda ingin mendirikan usaha tapi tidak punya modal? Jangan khawatir, sekarang sudah tersedia begitu banyak sumber dana untuk mendapatkan modal, baik secara online maupun offline. Berikut beberapa alternatif sumber modal  yang bisa Anda coba.

KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Bank

KUR merupakan pilihan yang banyak diminati oleh pebisnis usaha kecil menengah. Fitur pinjaman dana ini disediakan oleh pemerintah dan mudah dijangkau oleh masyarakat kecil. KUR menjadi favorit masyarakat sebab ia menawarkan pinjaman berbunga rendah lantaran mendapat tunjangan dari pemerintah. Untuk mengajukan KUR pun tidak sulit.  Anda cukup mengunjungi bank-bank ternama di Indonesia seperti Bank BRI, Bank Mandiri, dan lainnya kemudian melengkapi dokumen yang diperlukan.

Kredit Online dari Bank

Bank juga masih menjadi pilihan bagi masyarakat untuk meraih pinjaman modal bisnis. Selain dengan mendatangi kantor cabang bank untuk mengurus berkas pinjaman secara langsung, kini Anda bisa mengurus pinjaman kredit bank via online. Anda cukup memiliki rekening sendiri dan mengaktifkan mobile banking, kemudian memilih fitur kredit online dan mengurus kelengkapan berkas melalui gadget saja.

Fitur PayLater dari Perusahaan Dompet Digital

Saat ini, aplikasi dompet digital seperti OVO, DANA, ShopeePay, dan lainnya sudah bertebaran. Tak sedikit juga masyarakat yang menggunakan aplikasi dompet digital untuk kegiatan transaksi sehari-hari. Tak hanya sebagai sebatas pengganti uang tunai, dompet digital pun kini sudah menyediakan fitur PayLater yang bisa Anda manfaatkan sebagai sumber dana usaha Anda. Sistem PayLater sama seperti cicilan. Anda bisa meminjam sejumlah uang, kemudian membayar kembali dalam bentuk cicilan selama jangka waktu tertentu.

Lembaga Penyedia Modal Usaha Online

Selain ketiga pilihan di atas, Anda bisa menggunakan jasa lembaga penyedia modal usaha yang kini tersedia bertebaran secara online. Anda bisa mencari situs-situs lembaga penyedia modal online ini melalui mesin pencari Google. Setiap jasa lembaga memiliki besaran kredit, syarat dan ketentuan yang berbeda. Beberapa lembaga penyedia modal usaha online yang bisa Anda coba yakni Modalku, Akseleran, Kredit Mikro Sampoerna, dan Investree P2P. Apabila Anda ingin menggunakan lembaga penyedia jasa online, harap selalu ingat untuk mengecek legalitas perusahaan terlebih dahulu. Selalu pastikan bahwa perusahaan tersebut terdaftar secara resmi dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Dasar Hukum Usaha Mikro

Selain jenis dan modal, hal lain yang harus Anda perhatikan sebelum mendirikan sebuah usaha kecil adalah dasar hukum yang memayungi usaha tersebut. Meskipun hanya sebuah usaha kecil-kecilan, bukan berarti usaha ini dapat didirikan begitu saja. Mungkin sebelum ini Anda juga menyangka bahwa usaha kecil menengah tidak diatur oleh hukum. Namun sesungguhnya, usaha kecil pun memiliki landasan hukumnya tersendiri.

Aturan hukum tersebut antara lain:

  1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 yang membahas terkait Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
  2. Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) yang diatur oleh Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014.
  3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil.
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013 yakni Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 yang membahas Usaha Mikro dan Usaha Kecil.

Aturan-aturan di atas memuat seluruh deskripsi, aspek perizinan, kriteria hingga peranan pemerintah dalam memberdayakan usaha kecil menengah. Selain itu, aturan-aturan hukum tersebut memiliki kegunaan untuk melindungi usaha kecil menengah dan menjadi sarana bagi pemerintah untuk mendukung perkembangan usaha.

Kewajiban Perpajakan bagi Usaha Mikro

perpajakan-usaha-mikro

Sama seperti usaha pada umumnya, usaha kecil menengah juga tak luput dari kewajiban membayar pajak. Akan tetapi, pemerintah memberikan keringanan serta kelonggaran untuk urusan perpajakan bagi usaha kecil menengah. Aturan mengenai perpajakan usaha kecil diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. Melalui regulasi tersebut, pemilik usaha kecil berkewajiban membayar pajak (PPh Final) sebesar 0,5% dari total omzet atau penghasilan bisnis.

Ketentuan tarif PPh Final sebesar 0,5% memiliki jangka waktu berlaku yang berbeda-beda tergantung pada kategori yang dipilih. Kategori yang tersedia antara lain:

  1. Tarif PPh Final 0,5% berlaku selama 7 (tujuh) tahun untuk kategori Wajib Pajak Orang Pribadi.
  2. Tarif PPh Final 0,5% berlaku selama 4 (empat) tahun untuk Koperasi, Firma, dan CV.
  3. Tarif PPh Final 0,5% berlaku selama 3 (tiga) tahun untuk PT (Perseroan Terbatas).

Bagaimana cara menghitung besar PPh Final? Caranya ternyata cukup mudah! Mula-mula, Anda harus menjumlahkan keseluruhan hasil penjualan dari bisnis Anda per bulannya. Nominal yang didapatkan dari penjumlahan tersebut lalu dikalikan dengan 0,5%. Sebagai contoh, bisnis Anda memiliki total penjualan sebesar 15.000.000 di bulan April. Maka, besaran PPh Final bisnis Anda di bulan April adalah 15.000.000 x 0,5% = 75.000 rupiah.

Setelah mengetahui cara menghitung besaran PPh Final, sekarang bagaimana cara membayar pajak tersebut? Yuk simak 2 langkah mudah untuk membayar pajak dari bisnis kecil Anda di bawah ini!

Dapatkan Kode Pembayaran Pajak

Langkah pertama agar bisa membayar pajak adalah Anda harus memiliki kode pembayaran pajak terlebih dahulu. Anda bisa mendapatkan kode tersebut dari aplikasi e-billing di website resmi Direktorat Jenderal Pajak Indonesia.

Lakukan Pembayaran

Gunakan kode tadi untuk melakukan pembayaran. Saat ini sudah tersedia banyak platform untuk membayar pajak, seperti kantor pos, bank, ATM, dan internet atau mobile banking yang telah ditunjuk secara resmi oleh Kementerian Keuangan. Mudah, bukan?

Setelah membayar pajak, Anda sekarang tidak perlu lagi untuk melaporkan SPT Masa (Surat Pemberitahuan Masa). Ini dikarenakan Surat Setoran Pajak PPh Final sudah memuat tanggal validasi Nomor Transaksi Penerimaan Negara.

Itulah ulasan lengkap perihal usaha mikro terlengkap, mulai dari jenis, permodalan, dasar hukum dan kewajiban perpajakannya. Semoga membantu Anda dalam memahami perihal usaha kecil ya!

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol