UKM Adalah : Pengertian dan Contoh Usaha UKM

Ingin memulai bisnis sendiri tapi memiliki budget terbatas? Coba merintis UKM, yuk!

Apa itu UKM? UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah. UKM adalah adalah satu jenis usaha yang banyak berkembang di Indonesia. Bahkan saking banyaknya pelaku UKM di Tanah Air, pemerintah akhirnya turun tangan dalam mengawasi, memberdayakan, dan memaksimalkan perkembangan UKM. Bisnis yang satu ini memang terkenal membawa keberkahan bagi jutaan orang di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, UKM telah menjadi sektor yang menghidupi mayoritas rakyat dalam berbagai situasi. Bisnis UKM memang terkenal “tahan banting”, termasuk di saat-saat krisis seperti pandemi Corona sekarang ini. Di tengah-tengah krisis yang berakibat banyak perusahaan besar bangkrut, UKM adalah usaha yang masih terus berdiri tegak.

Ingin tahu lebih banyak seputar UKM? Yuk, baca ulasan berikut ini tentang seluk-beluk dan keuntungan UKM! Siapa tahu pembahasan kali ini bisa menginspirasi serta menjadi solusi untuk Anda yang ingin mendapat penghasilan tambahan di tengah masa pandemi.

Mengenal Usaha Kecil “UKM”: Apa Bedanya dengan “UMKM”?

bisnis-ukm

Bentuk-bentuk usaha kecil memang selalu menjamur di kalangan masyarakat. UMKM dan UKM adalah usaha kecil yang akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa UKM dan UMKM dibedakan, meski sama-sama merupakan bentuk usaha kecil? Nah, ini penjelasannya!

Sesungguhnya, nama UMKM ataupun UKM sama-sama merupakan singkatan. UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah, berbeda dengan UMKM yang memiliki kepanjangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Keduanya memang tampak mirip secara sepintas, sehingga tak heran kalau banyak orang awam masih menyamakan kedua bentuk usaha ini.

Tentunya UKM dan UMKM adalah 2 hal berbeda. Di Indonesia, UKM adalah singkatan dari bentuk usaha kecil dengan kekayaan paling banyak sebesar 200 juta rupiah. Sementara UMKM memiliki aset maksimal sebesar 50 juta, dan omset maksimal 300 juta rupiah. Perbedaan juga tampak dari segi tenaga kerja yang digunakan oleh masing-masing bentuk usaha. UKM memiliki tenaga kerja kisaran 6 sampai 19 orang, sementara UMKM memiliki tenaga kerja yang lebih banyak, yakni 20 sampai 29 orang. Jadi, dapat disimpulkan kalau UKM adalah usaha yang paling kecil bentuknya di masyarakat.

Lebih lanjut, UKM adalah bisnis ekonomi yang bersifat produktif dan berdiri sendiri. UKM dapat dimiliki oleh perorangan ataupun badan usaha mandiri alias bukan anak cabang dari perusahaan besar. Meski merupakan usaha kecil yang didirikan secara mandiri, proses pendirian UKM nyatanya tidak bisa sembarangan.

Pemerintah memiliki aturan khusus terkait UKM yakni Surat Edaran Bank Indonesia No. 26/I/KK pada tanggal 29 Mei 1993, perihal Kredit Usaha Kecil (KUK). Dalam aturan tersebut dipertegas bahwa bisnis yang tergolong UKM tidak boleh memiliki aset melebihi total 600 juta rupiah, masih dengan catatan aset tersebut tidak mencakup tanah atau bangunan yang ditempati untuk usaha.

Definisi lain tentang UKM juga dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Menurut departemen kenegaraan tersebut, UKM adalah kelompok industri baik tradisional, modern, dan kerajinan yang memiliki modal plus resiko investasi sebesar 625 juta ke bawah. Sebagai tambahan, UKM yang sah di Indonesia harus dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) saja.

Keuntungan UKM untuk Kehidupan Anda

keuntungan-ukm

Kehadiran UKM tidak akan menjamur di masyarakat jika tidak memberikan keuntungan yang baik. Ada beberapa keuntungan dari menjalankan UKM yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan hendak ikut mendirikan bisnis kecil ini atau tidak. Apa sajakah keuntungan yang disediakan oleh UKM untuk kehidupan masyarakat?

1) Lebih Fokus dalam Berbisnis

Keuntungan pertama adalah UKM bisa dengan leluasa fokus berbisnis dan mengembangkan diri di sektor tertentu. Hal ini dikarenakan UKM cenderung tidak memiliki kewajiban untuk mengejar angka target penjualan agar bisa mencapai titik balik modal.

Contoh: Anda memiliki UKM di bidang camilan buatan rumahan. Saat menjalankan bisnis ini, Anda hanya perlu fokus melayani keinginan konsumen dan mendapatkan keuntungan. Tidak seperti usaha camilan berskala besar yang memiliki target penjualan sendiri di setiap bulan agar bisa memenuhi biaya produksi dan gaji karyawan.

2) Lebih Fleksibel dalam Operasional Kerja

Keuntungan selanjutnya adalah UKM jauh lebih fleksibel dari segi operasional kerja. UKM biasanya tidak memerlukan struktur kepengurusan yang rumit karena sudah cukup dijalankan oleh tim kecil-kecilan. Hal ini juga berefek pada fleksibilitas yang terdapat dalam sistem operasional kerja usaha Anda.

3) Memiliki Biaya yang Rendah

Terakhir, UKM cenderung menggunakan biaya operasional yang rendah. Hal ini disebabkan bisnis UKM rumahan tidak perlu membayar biaya overhead bisnis, seperti gedung usaha. Selain itu, bisnis UKM biasa mendapat tunjangan dana tambahan dari pemerintah seperti kemudahan pajak, donasi dan hibah. Oleh karena itu, bisnis UKM cocok dijalankan jika Anda memiliki dana yang terbatas.

Kriteria UKM di Indonesia

Berdasarkan perkembangannya, UKM di Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu.

Livelihood Activities

UKM kriteria livelihood activities merupakan usaha yang digunakan untuk mencari nafkah. Livelihood activities juga dikenal sebagai sektor informal. Contoh UKM informal ini seperti pedagang kaki lima.

Micro Enterprise

Selanjutnya adalah Micro Enterprise yang bersifat produksi tapi belum mempunyai sifat kewirausahaan.

Small Dynamic Enterprise

Berbeda dengan sebelumnya, UKM jenis ini sudah mempunyai sifat kewirausahaan. Bahkan, Small Dynamic Enterprise sudah mampu melakukan ekspor.

Fast Moving Enterprise

Terakhir adalah fast moving enterprise yang mana sudah mempunyai jiwa kewirausahaan dan bisa berkembang menjadi usaha besar.

Ingin Mendirikan UKM? Cobalah 4 Sektor Ini!

ciri-ukm

Jangan khawatir jika Anda bingung mau mendirikan UKM di bidang apa. Berikut ini kami sajikan 4 sektor UKM terpopuler di Indonesia yang bisa Anda coba.

1) Kuliner

Nyatanya, bisnis kuliner memang tidak akan pernah mati. Dari tahun ke tahun, bisnis kuliner sering menjadi yang nomor satu untuk sektor UKM terlaris di Tanah Air. Terlebih lagi belakangan ini perkembangan minuman kopi kekinian sedang tumbuh subur di masyarakat Indonesia. Alhasil, kuliner diprediksi oleh banyak orang menjadi sektor UKM yang paling laris dan menjanjikan di tahun 2020.

Tren makanan memang tidak akan ada ujungnya, apalagi masyarakat kita sangat gemar mencoba makanan baru kekinian. Untuk Anda yang bingung mau mendirikan UKM jenis apa, tak ada salahnya mencoba bisnis di bidang kuliner! Anda bisa mulai dengan menjual aneka camilan, minuman, ataupun makanan berat seperti menu makan siang kesukaan Anda. Pastikan juga rasanya enak dan berharga terjangkau agar usaha Anda dijamin laris.

2) Otomotif

Sektor UKM menjanjikan selanjutnya adalah otomotif. Ya, bisnis di bidang otomotif masih menjadi primadona di kalangan masyarakat, khususnya yang gemar melakukan modifikasi kendaraan mereka. Untuk bisa unggul dan sukses berbisnis di sektor otomotif, pastikan bahwa Anda mendapat perhatian pelanggan dengan menjual produk-produk berkualitas baik dan berharga terjangkau. Selain menjual onderdil modifikasi kendaraan, Anda juga bisa menawarkan servis perawatan kendaraan secara berkala seperti jasa cuci kendaraan.

3) Fashion

Dunia fashion turut menjadi sektor UKM yang menjanjikan sebab masyarakat Indonesia rata-rata gemar mengikuti trend fashion kekinian. Anda bisa memulai bisnis UKM di bidang fashion mulai dari berdagang baju kecil-kecilan hingga menciptakan merk pakaian sendiri. Ingat, agar bisa terus eksis di sektor usaha fashion, Anda harus terus update dengan perkembangan baju model terbaru.

4) Jasa Pendidikan

Sektor UKM populer di Indonesia yang terakhir adalah jasa pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu aset penting dalam kehidupan masyarakat, sebab hanya melalui pendidikan lah orang-orang dapat memperbaiki taraf hidupnya menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, di Indonesia ada banyak UKM yang bergerak di sektor ini.

Kalau Anda ingin mencoba mendirikan UKM di ranah pendidikan, cobalah untuk membuat bimbingan belajar tingkat SD, SMP dan SMA. Selain itu, Anda juga bisa membuka bimbingan belajar khusus bahasa asing seperti Bahasa Inggris yang masih diperlukan oleh sebagian besar kalangan. Agar bisa bersaing dengan bimbingan belajar lain, berikanlah paket-paket belajar dengan harga terjangkau, pengajar yang kompeten dan tempat belajar yang nyaman.

Itulah ulasan lengkap terkait seluk-beluk UKM mulai dari perbedaan UKM dan UMKM, hingga inspirasi sektor-sektor UKM yang bisa Anda coba untuk meraih penghasilan selama masa pandemi Corona. Tunggu apa lagi, ayo dirikan UKM milik Anda sendiri sekarang! Tentunya sembari menjaga kesehatan dan mewaspadai Virus Corona, ya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol