Resesi Adalah : Pengertian Resesi Ekonomi

Dalam dunia ekonomi makro, terdapat istilah yang cukup dikenal yaitu resesi. Fenomena resesi dapat terjadi di situasi genting seperti saat ini karena wabah virus Corona yang melumpuhkan perekonomian banyak negara di seluruh dunia. Namun sebelum melangkah lebih jauh, apa yang dimaksud dengan resesi?

Resesi ekonomi adalah suatu kondisi ekonomi dari sebuah negara merosot hingga mencapai negatif dalam tiga bulan atau lebih secara berurutan. Bentuk pemahaman yang lebih mudah, resesi adalah penurunan kegiatan ekonomi secara signifikan. Resesi ekonomi adalah penurunan yang berbahaya sebab bisa mencapai angka 0% bahkan minus jika situasi yang menyebabkannya tergolong sangat buruk. Oleh karena itu, fenomena resesi ekonomi adalah pertanda bahwa kondisi negara sedang tidak baik-baik saja.

Catatan Sejarah Fenomena Resesi

catatan-resesi

Selain dalam kejadian wabah pandemi virus Corona, fenomena resesi ternyata pernah terjadi menimpa sejumlah negara dalam beberapa periode terakhir. Fenomena resesi muncul dikarenakan sejumlah permasalahan yang menimpa suatu negara. Misalnya pada tahun 2008-2009 silam. Kala itu, resesi adalah fenomena kelam yang menimpa 17 negara Uni Eropa dan menimbulkan krisis keuangan global. Negara-negara yang terdampak resesi pada tahun tersebut seperti Yunani, Portugal, Spanyol, Irlandia, Perancis, Italia dan Republik Siprus.

Kemudian di tahun 2010, Thaliand menjadi negara korban resesi berikutnya. Thailand mengalami penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) secara drastis dan terus-menerus selama dua kuartal. Produk Domestik Bruto merupakan indikator utama dalam proses pengukuran perkembangan dan kemajuan ekonomi suatu negara. Apabila Produk Domestik Bruto menurun, maka kondisi pertumbuhan ekonomi negara tersebut sedang anjlok. Begitu pula sebaliknya.

Resesi adalah permasalahan yang tidak pernah pandang bulu dalam memilih korbannya. Bahkan negara maju seperti Rusia pernah menjadi korban resesi di tahun 2015. Resesi di Rusia juga terjadi diakibatkan oleh penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) secara drastis, sebab pasar modal dunia banyak yang menolak perusahaan dari negara tersebut. Efeknya, Rusia harus berhadapan dengan inflasi tinggi serta defisit anggaran.

Kejadian resesi lainnya yang tercatat dalam sejarah masih ada banyak, seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok di tahun 2018-2019, dan wabah Flu Spanyol di tahun 1918. Bahkan, bukan tidak mungkin jika kejadian pandemi virus Corona di tahun 2020 akan menambah daftar kejadian resesi dalam sejarah.

Mengenal Indikator Resesi

indikator-resesi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, resesi dapat dikenali jika angka Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara mengalami pemerosotan tajam. Namun masih ada serentetan hal lain yang bisa digunakan sebagai indikator jika resesi sedang terjadi pada suatu negara. Hal-hal yang biasa terjadi saat resesi adalah sebagai berikut.

Produksi dan Konsumsi yang Tidak Seimbang

Indikator termudah untuk diamati ketika terjadi resesi adalah ketidakseimbangan produksi dan konsumsi di suatu negara. Saat terjadi resesi, angka konsumsi pasar biasanya turun. Kondisi akan berbahaya jika tingkat produksi masih tetap seperti normal atau tinggi, namun angka konsumsi malah menurun. Kejadian ini akan menghasilkan imbas pada penurunan pendapatan perusahaan dan penumpukan stok produk. Kerugian juga dapat menjalar pada lemahnya pasar modal sebagai akibat lesunya dinamika perusahaan.

Nilai Impor Melebihi Nilai Ekspor

Indikator kedua dari resesi adalah nilai impor yang melebihi nilai ekspor. Kegiatan ekspor impor adalah kegiatan kerjasama perekonomian dalam hal jual beli antar negara. Ekspor impor sendiri dilakukan dengan tujuan memenuhi kebutuhan penduduk di masing-masing negara. Namun saat terjadi resesi, muncul ketidakseimbangan di antara angka impor dan ekspor dalam suatu negara. Hal ini berbahaya sebab defisit anggaran dapat terjadi apabila nilai impor melebihi nilai ekspor.

Banyak Pengangguran (PHK)

Ketika negara mengalami resesi, maka kegiatan perekonomian akan menjadi sangat lesu. Rendahnya aktivitas ekonomi akan menjadi mata rantai kerugian yang merambat ke segala arah, termasuk pemutusan hubungan tenaga kerja alias PHK. Saat aktivitas ekonomi dan penjualan merosot, perusahaan mau tak mau harus “menyelamatkan diri” dengan mengurangi jumlah produksi. Permasalahan minimnya pemasukan selama resesi pun mengakibatkan tidak sedikit perusahaan yang mengambil jalan pemutusan tenaga kerja. Hal ini dikarenakan perusahaan sudah tidak sanggup untuk membayar upah kerja karyawan.

Masyarakat awam pun dapat dengan cepat melihat indikator resesi yang satu ini, yaitu peningkatan pengangguran. Dengan banyaknya pemecatan yang terjadi, otomatis angka pengangguran akan bertambah. Akan sulit bagi negara untuk menekan angka tersebut karena lapangan pekerjaan juga akan ikut menyusut selama kondisi ekonomi terpuruk. Resiko lain yang diakibatkan oleh resesi adalah tingginya angka kemiskinan dan kelaparan di masyarakat. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk angka kriminalitas seperti pencurian dan perampokan bertambah di masyarakat, sebagai buah hasil mereka mencoba memenuhi kebutuhan hidup.

Kerugian Perusahaan

Indikator terjadinya resesi yang lain adalah kerugian banyak perusahaan. Banyak pengusaha akan merasa was-was ketika aktivitas perekonomian di sekitar mereka menjadi lesu. Rendahnya minat konsumsi pasar terhadap produk otomatis akan mengurangi jumlah pendapatan bisnis. Kurangnya jumlah pendapatan akan berimbas pada kerugian yang dialami oleh perusahaan. Skala kerugian pun bervariasi, bisa dari skala kecil, menengah, hingga besar. Kerugian berskala besar menjadi ancaman terberat sebab berpotensi membuat suatu perusahaan mengalami gulung tikar.

Meningginya Angka Inflasi dan Deflasi

Inflasi diperlukan dalam kasus-kasus tertentu di dunia perekonomian. Akan tetapi, jika angka inflasi menjadi terlalu tinggi, maka di sanalah status perekonomian menjadi siaga. Tingginya angka inflasi menjadi indikator lain saat suatu negara mengalami resesi. Kondisi inflasi yang tinggi dapat mempersulit kegiatan perekonomian suatu negara. Hal ini dikarenakan kenaikan angka inflasi turut menyebabkan kenaikan harga banyak komoditi. Mahalnya harga banyak barang di pasaran akan mempersulit masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka, terutama masyarakat dengan taraf ekonomi menengah ke bawah. Turunnya daya beli masyarakat seperti ini justru akan semakin membahayakan situasi perekonomian negara sebab inflasi akan menjadi semakin parah.

Selain inflasi, angka deflasi juga terkena dampaknya dari resesi ekonomi. Ketika terjadi deflasi yang tinggi, harga-harga komoditas di suatu negara akan menurun drastis. Turunnya harga secara signifikan ini akan sangat memengaruhi pendapatan perusahaan. Ketika perusahaan mengalami penurunan keuntungan atau bahkan kerugian, mereka tidak akan sanggup membiayai produksi seperti biasanya. Akibatnya, volume produksi produk menjadi sangat rendah dan tak menutup kemungkinan terjadi kelangkaan barang di masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi yang Lambat dan Merosot

Indikator resesi lainnya adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat bahkan hingga jatuh merosot di suatu negara. Penurunan perekonomian ini dapat terjadi dalam waktu yang lama seperti tiga bulan atau lebih secara berturut-turut. Kondisi dan angka pertumbuhan ekonomi suatu negara bisa dikatakan menjadi gambaran yang paling jelas untuk mengetahui kondisi ekonomi negara tersebut. Jika pertumbuhan ekonomi meningkat dengan baik, berarti negara memiliki kondisi ekonomi yang bagus dan kuat. Namun saat resesi melanda, maka angka pertumbuhan ekonomi tentunya akan melambat, bahkan jatuh merosot dengan drastis.

Penghitungan pertumbuhan ekonomi menggunakan acuan PDB atau Produk Domestik Bruto. Produk Domestik Bruto didapat dari hasil penjumlahan konsumsi masyarakat, biaya pengeluaran pemerintah, dan jumlah investasi ditambah ekspor lalu dikurangkan dengan angka impor. Angka PDB yang rendah atau menurun memberitahukan bahwa pertumbuhan perekonomian negara sedang mengalami resesi.

Itulah ulasan lengkap terkait resesi, mulai dari definisi, catatan sejarah hingga indikator-indikator yang dapat Anda amati untuk mengetahui jika suatu negara mengalami resesi. Semoga artikel berguna untuk menambah pengetahuan Anda, ya!

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol