Saham Adalah : Investor Pemula Wajib Tahu!

Kegiatan investasi bisa jadi “jalan pintas” bagi Anda untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar. Investasi dapat diibaratkan seperti menabung. Bedanya, dalam investasi, Anda menabung uang di perusahaan milik orang lain. Ketika Anda menjadi investor di suatu perusahaan, maka otomatis Anda akan mendapatkan sebagian dari pendapatan perusahaan tersebut. Dengan begitu, jumlah tabungan Anda akan berlipat ganda.

Siapa pun bisa menjadi seorang investor, termasuk Anda. Namun sebelumnya Anda wajib tahu istilah-istilah yang akrab digunakan dalam dunia investasi terlebih dahulu. Salah satunya adalah saham. Kata saham memang identik dengan dunia investasi. Hal ini tidak mengherankan, sebab saham adalah bentuk investasi dengan penghasilan tertinggi.

Apakah Anda ingin mencoba berinvestasi saham? Yuk, simak terlebih dahulu pembahasan di bawah ini terkait apa itu saham, arti saham dan jenis saham!

Mengenal Saham, Si Lahan Investasi dengan Untung Melimpah

saham-adalah

Kata saham memang sering terbesit di benak masyarakat ketika mendengar kata investasi. Hal ini masuk akal, sebab saham adalah bentuk investasi yang paling umum, paling sering dan paling banyak dilakukan oleh masyarakat. Dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, saham adalah bentuk investasi yang paling diminati masyarakat sebab sifatnya yang fleksibel dan keuntungannya yang melimpah.

Namun tahukah Anda arti saham sebenarnya? Atau, Anda selama ini justru kebingungan dan bertanya-tanya apa itu saham? Bagaimana pula bentuk dari suatu saham?

Saham adalah dokumen milik perusahaan, maka otomatis bentuknya adalah berupa lembaran kertas. Namun Anda jangan salah mengira, dokumen ini memiliki nilai sangat tinggi dan berharga sebab berfungsi untuk menunjukkan kepemilikan suatu perusahaan. Contohnya, apabila Anda membeli saham perusahaan A, maka otomatis Anda memiliki hak di perusahaan A tersebut.

Ketika Anda memiliki saham suatu perusahaan, otomatis Anda berhak mendapat keuntungan dari perusahaan itu. Bentuk keuntungan ini biasanya diberikan berupa deviden. Pemberian deviden kepada investor dilakukan bertepatan dengan momen pembukuan perusahaan di setiap akhir tahun. Itulah keuntungan pertama yang Anda bisa dapatkan apabila melakukan investasi saham. Menarik, bukan?

Besaran deviden yang bisa didapatkan oleh setiap investor berbeda-beda. Besaran deviden ditentukan oleh dua hal, yakni besaran porsi laba yang didapatkan oleh perusahaan, dan pembagian jumlah saham. Besaran pembagian jumlah saham ditentukan dari seberapa banyak lembar saham yang dimiliki oleh sang investor di perusahaan tersebut. Semakin banyak saham yang Anda miliki, maka keuntungan Anda akan semakin besar.

Selain deviden, saham dapat memberikan Anda keuntungan lewat selisih harga saham di bursa efek. Kelebihan saham yang membuatnya digemari masyarakat adalah sifat luwesnya untuk diperjual belikan kembali. Keuntungan dari aktivitas jual beli saham ini dikenal dengan istilah Capital Gain.

Setiap saham memiliki harga di pasar bursa efek. Setiap hari, harga saham berubah-ubah tergantung kondisi pasar. Ketika permintaan saham naik, maka harga saham meningkat. Sebaliknya, ketika penawaran saham yang naik, maka harga saham menurun. Situasi ini lantas melahirkan trik ampuh yang kerap diterapkan oleh para investor saham. Anda bisa membeli saham ketika harganya turun, lalu menjualnya kembali saat harganya naik. Sistem jual beli saham di bursa efek ini mirip dengan transaksi yang kita lakukan di pasar biasa. Namun sebagai catatan, sistem jual beli saham hanya bisa dilakukan di Bursa Efek Indonesia atau BEI.

Saham adalah bentuk investasi terbaik yang bisa Anda coba dari sekarang. Terlebih, masih belum banyak investor saham oleh Warga Negara Indonesia (WNI) di Tanah Air jika dibandingkan dengan investor asing. Ini tentunya menambah peluang Anda untuk melakukan investasi saham di perusahaan-perusahaan Indonesia.

Sedikitnya minat warga lokal melakukan investasi saham tak lain dikarenakan faktor ketidakpahaman mereka terkait saham itu sendiri. Bagi kebanyakan orang, saham adalah bentuk investasi yang sulit untuk dilakukan. Selain itu, ketakutan masyarakat ini diperparah dengan adanya kasus-kasus penipuan investasi saham. Karenanya, pengertian yang baik tentang saham dapat menjadi senjata perlindungan bagi Anda untuk terhindar dari kasus-kasus penipuan alias investasi saham bodong.

Mengenal Jenis-Jenis Saham untuk Calon Investor

analisis-saham

Setelah mengetahui arti saham, kini waktunya mengenal jenis-jenis saham. Saham dapat dibedakan berdasarkan dua kategori. Kategori pertama adalah saham berdasarkan hak tagih. Selanjutnya, kategori kedua yakni saham berdasarkan cara peralihan kepemilikan.

1. Tipe Saham Berdasarkan Hak Tagih

Terdapat dua tipe saham berdasarkan daya kemampuan sang investor dalam hak tagih. Kemampuan investor untuk mengklaim besaran hasil saham tentunya tidak sama, tergantung pada jenis saham yang mereka ambil.

Saham Biasa

Tipe saham biasa dikenal juga sebagai Common Stock. Tipe saham inilah yang paling populer diinvestasikan oleh orang-orang serta diperjual belikan di pasar modal. Saham biasa memiliki bentuk berupa sertifikat atau piagam. Kalau Anda adalah pemilik tipe saham biasa, maka Anda akan mendapatkan keuntungan atau deviden ketika perusahaan memperoleh laba.

Jika suatu hari perusahaan mengalami kerugian, pemegang saham biasa akan menerima hak atas sisa aset perusahaan. Akan tetapi, kalau situasi perusahaan benar-benar buruk seperti mengalami kebangkrutan, kerugian maksimal yang diterima oleh para pemegang saham biasa adalah sebesar jumlah investasinya di perusahaan tersebut. Kelebihan lainnya, pemegang saham ini memiliki hak bicara dalam rapat umum para pemegang saham.

Saham Preferen

Berbeda dengan saham biasa, pemegang tipe saham preferen memiliki hak istimewa ketika pembayaran deviden oleh perusahaan. Besaran deviden saham adalah gabungan surat utang perusahaan dengan saham biasa. Selain itu, saat pembagian deviden, pemilik saham preferen harus didahulukan pemberiannya. Ketika terdapat bagian yang tersisa atau lebih, maka bagian itu akan diberikan kepada pemilik saham biasa.

Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, pemegang saham preferen pun masih memiliki hak untuk mendapatkan sisa aset perusahaan lebih dulu sebelum diberikan kepada pemilik saham biasa. Oleh karena itu, kedudukan pemilik saham preferen berada setingkat di atas saham biasa. Akan tetapi pemegang saham preferen tidak memiliki hak bicara dalam rapat umum para pemegang saham perusahaan.

2. Tipe Saham Berdasarkan Cara Peralihan Kepemilikan

saham

Saham dapat dibedakan menjadi dua menurut cara peralihan kepemilikannya.

Bearer Stocks atau Saham Atas Unjuk

Saham atas unjuk tidak berisikan nama investor yang memilikinya. Tujuannya tak lain agar saham mudah dipindah kepemilikannya ke investor lain. Saham ini cenderung ditujukan untuk dijual belikan alih-alih dimiliki secara pribadi.

Pemilik saham atas unjuk dinyatakan oleh hukum. Apabila Anda memiliki saham atas unjuk, maka Anda memiliki hak untuk menghadiri rapat umum para pemegang saham perusahaan.

Registered Stock atau Saham Atas Nama

Berbeda dengan tipe sebelumnya, saham atas nama memuat nama pemiliknya yang sah. Oleh karena itu, pemilik saham atas nama tidak ditentukan oleh hukum, melainkan lewat seperangkat prosedur yang telah ditetapkan.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu saham, keuntungan serta jenis-jenis saham yang sah. Semoga dapat menambah pengetahuan Anda sebagai calon investor saham.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol