Dropship Itu Apa? Bagaimana Cara Kerjanya?

Modal bukanlah sebuah kendala besar ketika Anda hendak berbisnis. Sebab, ada beberapa jenis bisnis yang bisa dijalankan tanpa menggunakan modal sepeser pun. Berikutnya, Anda perlu memikirkan bagaimana cara mengelola dan mengembangkan bisnis tersebut hingga berhasil. Kembali lagi dengan bisnis tanpa modal, memangnya ada? Jawabannya ada! Pasalnya, di zaman digital serba canggih ini segalanya bisa dilakukan dengan mudah, termasuk ketika menjalankan bisnis tanpa modal.

Dropship merupakan salah satu bisnis online yang mudah dijalankan. Yang paling menarik, bisnis secara dropship bisa dijalankan tanpa modal sedikitpun. Dropship itu apa? Dropship merupakan sebuah teknik atau pola yang digunakan untuk memasarkan produk secara online, dimana produk yang dijual dengan teknik ini, membuat para pelakunya tidak menyimpan stok barang, sehingga bisnis ini bisa dijalankan tanpa modal dan tidak memiliki resiko jika barang yang ditawarkan tidak habis terjual.

Dropship Itu Apa?

images000

Saat ini, bisnis online tengah menjadi trend. Dimana, para pebisnis online, baik yang menawarkan jasa maupun produk sudah sangat banyak. Nah, Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan menjadi dropship.

Dropship itu apa? Di antara beberapa pekerjaan yang ada, peran sebagai dropship memang lebih banyak dipilih. Dimana pekerjaan seorang dropship adalah sebagai pihak pemasaran barang. Dalam pelaksanaanya, seorang dropship hanya bekerja memasarkan barang/produk tertentu dengan membantu berjualan, yakni dengan mengambil keuntungan dari setiap produk yang berhasil terjual.

Namun, seorang dropship tidak perlu melakukan stok barang, karena proses packing hingga pengiriman dilakukan oleh agen atau supplier yang bersangkutan. Dengan kata lain, dropship hanya berperan sebagai perantara pemasaran saja. Yang mana, seorang dropship akan mengambil keuntungan sendiri sebagai upah jasa pemasarannya. Contohnya, apabila supplier menjual baju seharga Rp. 30.000,- maka dropship bisa menjualnya lagi ke pembeli seharga Rp. 45.000.

Nah, dari sini tentunya, Anda sudah bisa memahami tentang dropship dan bagaimana cara menjalankan pekerjaan tersebut.

Dropship Itu Apa? Perbedaannya dengan Reseller

images999

Walaupun perkembangan bisnis online semakin marak saat ini, namun faktanya kebanyakan orang belum bisa membedakan perbedaan antara dropship dengan reseller. Padahal, kedua istilah tersebut memiliki cara kerja yang berbeda, sehingga penting untuk memahaminya.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa dropship bertugas untuk melakukan pemasaran atau penjualan secara online, tanpa harus menyimpan atau melakukan stok barang/produk. Sebab, apabila seorang dropship mendapatkan orderan dari pembeli, maka dia akan langsung meneruskannya kepada pihak produsen atau supplier yang telah diajak kerja sama, sehingga pihak produsen/supplier lah yang bertanggung jawab untuk melakukan proses packing hingga pengiriman barang ke pembeli.

Lantas bagaimana dengan reseller? Berbeda dengan dropship, reseller bertugas untuk memasarkan atau menjual produk dari produsen/supplier yang telah diajak kerja sama. Namun dalam pelaksanaanya, seorang reseller harus mempunyai stok barang sendiri, sehingga dia bisa menjualnya lagi. Dengan demikian, proses packing dan pengiriman barang juga harus dilakukan oleh reseller tersebut.

Perbedaan Reseller dan Dropship Itu Apa?

images111

Selain memiliki pengertian dan cara kerja yang berbeda. Dropship dan reseller memiliki perbedaan dalam beberapa hal. Adapun diantaranya, meliputi:

Stok Barang

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, perbedaan yang paling mendasar di antara keduanya adalah, dari segi penyetokan barang. Berbeda dengan dropship yang tidak perlu melakukan stok barang, karena setiap orderan atau pesanan yang didapatkan akan langsung diteruskan kepada pihak produsen atau supplier yang bersangkutan.

Namun untuk seorang reseller, mereka harus menjual barang dengan cara membelinya terlebih dahulu dari pihak produsen/supplier yang telah diajak kerjasama. Dengan demikian, seorang reseller memang diharuskan untuk menyetok barang atau produk yang hendak dijual.

Modal

Dikarenakan seorang reseller harus punya stok barang untuk memenuhi permintaan orderan, maka reseller tentu harus memiliki modal yang cukup. Sementara untuk dropship, memang bisa dikerjakan tanpa modal sepeserpun, karena setiap orderan memang akan langsung diteruskan kepada pihak produsen/supplier yang bersangkutan. Namun tetap saja, seorang dropship memerlukan modal, yakni pulsa maupun kuota internet untuk memasarkan dan menjual produk secara online.

Keuntungan

Jika dilihat dari segi keuntungan yang didapatkan, seorang reseller memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan seorang dropship. Hal ini disebabkan karena, reseller bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif dari pihak supplier maupun produsen yang bersangkutan.  Selain itu, seorang reseller juga lebih leluasa dalam menjual produk jualannya dengan memberikan selisih harga yang lebih tinggi.

Strategi Pemasaran

Menjadi dropship itu bisa dilakukan dengan santai, karena seorang dropship tidak menyetok barang, sehingga dia bisa bebas berjualan dimanapun dan kapanpun sesuai keinginan. Bahkan Jika ingin, seorang dropship tak perlu menargetkan penjualannya mencapai angka yang berlebihan.

Berbeda dengan reseller yang lebih memerlukan strategi pemasaran secara khusus, karena reseller memiliki stok barang yang harus dijual hingga habis, sehingga seorang reseller harus melakukan pemasaran secara lebih intens untuk mencapai target jualannya.

Resiko

Perbedaan yang terlihat begitu menonjol di antara keduanya adalah, mengenai resiko yang diterima. Pasalnya, seorang reseller memiliki tingkat kerugian yang lebih tinggi, karena mereka memang menyimpan stok barang. Apabila stok barang yang dimiliki tidak laku terjual, tentu seorang reseller akan mengalami kerugian.

Sementara, untuk seorang dropship mereka tidak akan mengalami resiko kerugian dari segi finansial atau uang karena dropship memang tidak melakukan penyimpanan stok barang, sehingga tidak terdapat kerugian apabila barang yang dipasarkan tidak laku dijual.

Dari beberapa perbedaan tersebut, dropship memang selalu menjadi pilihan terbaik, terutama bagi pebisnis pemula yang hendak belajar berbisnis tanpa modal dan tanpa resiko kerugian. Apakah menjadi dropship itu adalah suatu pekerjaan yang bisa dilakukan dengan santai dan sesuka hati?

Tentu saja. Sebab, seorang dropship memang tak perlu memikirkan modal, stok barang maupun resiko kerugian. Namun, seorang dropship merupakan perantara utama, yakni sebagai penghubung orderan antara pembeli dengan pihak supplier atau distributor yang bersangkutan, sehingga jika adanya komplain dari pembeli, maka dropship yang akan menjadi sasaran. Sebab, kebanyakan pembeli merasa mereka yang menerima orderan mereka adalah pihak yang harus turut bertanggung jawab apabila terjadi keterlambatan waktu pengiriman barang, barang yang cacat maupun rusak dan yang lainnya.

Oleh karena itu, seorang dropship harus memilih supplier atau distributor yang  terpercaya dan selalu dapat diandalkan. Dimana mereka bisa selalu mengatasi dan memberikan setiap solusi terhadap permasalahan maupun complain customer dengan respon yang cepat. Dengan demikian, tugas dropship hanya perlu meneruskan keluhan para pembeli kepada pihak supplier atau distributor yang bersangkutan, sehingga dropship bisa terbebas dan merasa tidak menjadi pihak yang dikambing hitamkan karena menanggung kesalahan yang dilakukan oleh pihak supplier/distributor tersebut.

Dari adanya penjelasan ini, tentunya Anda bisa memahami tentang dropship itu apa bukan? Dan, apabila Anda hendak menjalankan bisnis toko online sendiri, menerapkan sistem dropship dan reseller merupakan salah satu cara jitu yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan.

Apakah Anda khawatir terhadap perencanaan bisnis online Anda? | PT APPKEY
Tidak hanya mengembangkan sistem website dan aplikasi, kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Tentang Kami
Pengenalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami

 

Jika Anda menyukai artikel ini
Acungkan jempol