Media Bisnis Online | by APPKEY

Bisnis Model bisnis Meningkatkan Angka Penjualan Bisnis Online Dengan Teknik Cross Selling,...

Meningkatkan Angka Penjualan Bisnis Online Dengan Teknik Cross Selling, Up Selling & Down Selling

-

Dalam menjalankan bisnis online, tentunya penjualan adalah segalanya. Oleh karena itu, tentunya Anda akan terus berupaya untuk meningkatkan angka penjualan Anda. Dan oleh karena itu juga tentunya teknik penjualan sangat diperlukan.

Ada banyak sekali teknik penjualan yang dapat diterapkan dalam bisnis, namun, yang manakah yang tepat untuk Anda?

Yuk, simak liputannya yang satu ini!

Teknik Penjualan adalah

Teknik penjualan adalah strategi yang dipergunakan untuk menjual suatu produk, yang dapat dipergunakan untuk berbagai tujuan, seperti memperoleh penghasilan, meningkatkan angka penjualan, hingga menghabiskan produk yang hampir expired, ataupun tujuan lainnya.

Adapun strategi-nya adalah sebagai berikut!

Strategi Penjualan Cross Selling

cross-selling

Cross selling adalah strategi yang dapat dipergunakan untuk memaksimalkan penjualan online Anda dengan cara menarik perhatian konsumen untuk melengkapi produk awal yang dibeli dengan produk tambahan, baik sebagai pelengkap ataupun sebagai kebutuhan konsumen Anda.

Singkatnya, dengan menggunakan strategi ini Anda harus melakukan promosi produk tambahan, tetapi harus terkait dengan produk yang konsumen Anda beli. Dan pada umumnya konsumen Anda tidak memperdulikan harga, dan produk tambahan yang ditawarkan pun memiliki harga yang setara atau lebih rendah. Tujuannya adalah konsumen Anda lebih tertarik.

Sebagai contoh, saat Anda menawarkan produk toko online Anda, seperti baju, Anda bisa menawarkan produk yang lain sebagai tambahan atau pelengkap, atau bahkan yang menjadi kebutuhan konsumen Anda, seperti celana, ataupun produk lainnya.

Adapun terdapat beberapa jenis produk yang tepat untuk strategi ini, seperti produk yang bersifat saling melengkapi, dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari, hingga produk yang sedang promo.

Artikel terkait  Langkah Cerdas Membangun Bisnis Online Melalui Akun LinkedIn Anda!

Strategi Penjualan Up Selling

up-selling

Cross selling dan up selling merupakan strategi penjualan yang paling populer, namun ke duanya memiliki perbedaan.

Berbeda dengan cross selling, strategi penjualan ini adalah jenis strategi yang membuat konsumen terdorong untuk membeli produk dalam suatu brand dengan harga yang lebih mahal atau kategori produk yang sama tetapi dengan harga lebih murah dan kualitas lebih terjamin, atau bahkan menambah kualitas suatu produk sebagai fitur tambahan.

Sebagai contoh, mungkin Anda memiliki konsumen yang ingin membeli baju seharga Rp. 150.000,- dengan kualitas seperti yang ia inginkan, dibandingkan dengan memiliki baju seharga Rp. 300.000,- namun dengan kualitas kain yang lebih mewah. Atau mungkin jika diajak melihat-lihat lagi toko online milik Anda, ia berubah keinginan untuk memiliki baju mewah seharga Rp. 250.000,- namun dengan kualitas seperti yang ia inginkan.

Yang penting dalam strategi ini adalah Anda harus dapat memahami keinginan dan kebutuhan dasar dari konsumen kemudian menyeleraskannya ke produk Anda. Karena terkadang konsumen dapat berpikir dua kali untuk mempertimbangkan apakah membeli produk dengan harga yang mahal namun dengan kualitas yang lebih baik.

Singkatnya, teknik ini adalah teknik yang dapat Anda pergunakan untuk memaksimalkan penjualan online dengan cara merekomendasikan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi dengan disertai kompensasi berupa manfaat tambahan.

Strategi Penjualan Down Selling

Strategi penjualan ini adalah lawan dari strategi penjualan up selling, dimana Anda sebagai produsen atau penjual berusaha menawarkan produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk yang ingin dipesan atau dibeli oleh calon konsumen.

Strategi ini pada umumnya dipergunakan apabila Anda baru berada dalam tahap awal dalam memperkenalkan produk Anda, alias produk atau brand baru. Calon-calon pembeli Anda ini tentunya belum mengenal atau belum terbiasa dengan produk atau brand Anda, sehingga akan sangat sulit untuk dapat meyakinkan mereka untuk membeli produk Anda.

Strategi-nya adalah dengan menawarkan harga yang lebih murah, konsumen Anda akan lebih mudah untuk membeli produk Anda, dan kalaupun mereka tidak terlalu menyukai kualitas produk Anda, biaya yang mereka keluarkan tidak cukup besar.

Yang menjadi tujuan Anda adalah konsumen Anda percaya pada produk Anda dan mau membeli lagi produk Anda di masa depan ketika Anda menawari konsumen Anda produk utama yang lebih mahal harganya. Anggaplah hal ini sebagai strategi utama untuk memperkenalkan produk Anda.

Yang terpenting dalam strategi ini adalah bagaimana konsumen Anda mau membeli di awal dan terbiasa dengan brand Anda nantinya.

Jadi, bagaimana?

Apa Anda siap untuk mempraktikkan konsep-konsep penjualan ini?

Jika Anda siap, yuk, perhatikan hal-hal di bawah ini!

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Up Selling dan Cross Selling

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk melakukan teknik up selling dan cross selling.

Sebagai contoh, teknik penjualan up selling ini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, Anda mendapatkan keuntungan berlipat ganda, tetapi di sisi lain apabila Anda tidak bisa menjalankan strategi Anda dengan cermat, maka yang terjadi adalah sebaliknya.

Pembeli Anda merasa kebingungan, menilai Anda terlalu ‘sok tahu’ hingga merasa jengkel, hingga akhirnya berpindah ke toko lain. Dan pada akhirnya menyebabkan omset Anda berkurang.

Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dan sebaiknya sebelumnya mempertimbangkan beberapa hal seperti di bawah ini!

1. Harga dan Nilai Tambah (Value-Added)

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah harga dan nilai tambah yang terkandung di dalam produk Anda.

Anda harus paham mengapa harga produk Anda harus senilai demikian. Sebagai contoh, apabila mahal, Anda harus bisa menjelaskan apa alasannya, seperti kualitasnya, dan sebagainya. Begitu juga jika kebetulan produk Anda lebih murah dibandingkan harga dari kategori produk yang sama, Anda harus paham alasannya, seperti dapat memaparkan kelebihannya.

Produk yang ditawarkan oleh Anda pun sebaiknya memiliki nilai tambah, maksudnya adalah nilai jualnya lebih murah dibandingkan harga asli ditawarkan jika dibeli terpisah. Oleh karena itu cross selling dan up selling pada umumnya akan sangat berhasil saat adanya nilai tambah yang diberikan pada konsumen.

Sebagai contoh penerapan cross selling dan up selling, “Beli dua gratis ongkir!”, atau, “Beli produk Picasa, gratis topi keren!”.

Dengan begitu angka penjualan Anda akan meningkat!

2. Rekomendasikan, Jangan Memaksa!

Anda harus memposisikan diri Anda sebagai pihak yang merekomendasikan produk Anda, bukan pihak yang memaksakan bahwa produk inilah yang terbaik alias “menggembar-gemborkan” saja.

Keputusan calon konsumen apakah akan menjual atau membeli produk Anda, sepenuhnya berada di tangannya, tugas Anda hanya merekomendasikan saja. Anda cukup menjelaskan dan mengedukasi calon konsumen saja keunggulan produk yang ditawarkan tanpa harus mengjustifikasi kelemahan dari produk tersebut.

Gunakan pendekatan yang santai.

Anda pun dapat memberikan rekomendasi mengenai fungsi produk tambahan yang ingin dijual. Disinilah fungsi up selling dan cross selling mulai bekerja!

Artikel terkait  Untuk Apa HP Anda? Yuk Ikuti Tips Berikut untuk Menjadikan HP Alat Bisnis yang Menguntungkan

3. Time is Every Thing!

Dalam menjelaskan sebuah produk kepada konsumen, Anda cukup menjelaskan hal-hal yang penting saja sambil memahami kebutuhan konsumen Anda. Jangan banyak menghabiskan waktu calon pembeli Anda dengan menawarkan produk yang ia minati secara terus menerus sementara Anda sendiri memiliki kemampuan menjual produk yang diinginkan calon pembeli Anda.

Perhatikan reaksi calon konsumen Anda. Apabila ia diam saja dan memalingkan badan pada produk lain saat Anda sedang merekomendasikan produk pilihan Anda berarti calon konsumen Anda tertarik pada produk yang lain, alias tidak tertarik dengan produk Anda.

Dan Anda harus menghormati itu!

Apabila Anda memiliki online shop, Anda juga harus memperhatikan satu aturan yang sebaiknya Anda patuhi, jangan pernah menampilkan lebih dari tiga produk yang akan ditujukan untuk cross selling untuk setiap produk Anda.

Usahakan jangan terlalu banyak tampilan yang mengganggu, produk-produk tambahan untuk strategi cross selling yang berlebihan, hingga produk-produk untuk strategi up selling, yang membuat calon konsumen Anda merasa bahwa Anda terlalu mempromosikan produk Anda.

Akibatnya, calon konsumen Anda akan malas membeli di toko online Anda dan memilih beralih ke toko lain.

4. Too Much Choice Means NO!

Dalam melakukan strategi penjualan seperti yang telah dipaparkan di atas, tentunya Anda memiliki tambahan produk atau produk unggulan bernilai jual lebih yang ingin Anda promosikan demi mendongkrak angka penjualan Anda.

Tapi jangan terlalu banyak memberikan banyak pilihan produk kepada calon konsumen Anda.

Hal ini dikarenakan akan membingungkan calon konsumen Anda dan malah mungkin akan membuatnya beralih ke toko lain.

Akibatnya, transaksi yang sebetulnya sangat sederhana, menjadi rumit karenanya!

Jadi Anda harus tetap berhati-hati!

Bagaimana?

Apakah Anda siap untuk melakukan up selling, down selling dan strategi-strategi lainnya?

Jika, Anda siap, yuk, simak tips-tips-nya yang satu ini!

Tips Memulai Strategi Cross Selling, Up Selling & Down Selling!

1. Kenali Konsumen-mu!

Baik Anda memiliki toko online ataupun langsung mempromosikan produk Anda kepada calon konsumen Anda, Anda harus dapat memahami calon-calon konsumen Anda.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki toko online, Anda bisa menambahkan rangkaian daftar “Barang Terkait”, “Rekomendasi Untukmu,” atau dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan “You Also Might Need…”, di laman toko online-mu.

Bagian ini merupakan bagian yang menampilkan produk yang paling relevan atau populer untuk calon konsumen Anda. Oleh karena itu, Anda harus memahami selera dan style calon konsumen Anda. Dengan cara ini, semoga konsumen Anda mau menambahkan produk tambahan atau pelengkap ke keranjang mereka saat berbelanja di toko online Anda.

2. Tentukan Harga yang Sesuai!

Dalam salah satu strategi penjualan yang dibahas sebelumnya, sebuah produk harusnya memiliki nilai jual yang sesuai untuk ditawarkan. Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa produk Anda memilikinya. Nilai jual yang sesuai maksudnya adalah Anda harus menjual produk yang biaya produksinya sebanding dengan harga yang Anda tawarkan, dan jangan lupa juga untuk memperhatikan aspek untung rugi.

Bila perlu berikan juga promo secara berkala agar calon konsumen Anda tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

Sudah menarik, sesuai budget, pula!

3. Kelola Toko Online Anda dengan Baik!

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah ciptakan tampilan toko online yang nyaman untuk calon konsumen Anda berbelanja. Gunakan pendekatan ‘rekomendasi’ untuk produk yang Anda tawarkan, dengan cara memanfaatkan laman website atau sosial media toko online Anda, membentuk daftar produk yang sesuai dengan calon konsumen kamu. Bahkan kalau perlu, Anda bisa mendesain sendiri kolom Special Offers untuk produk yang akan Anda promosikan.

4. Respon Calon Konsumen Anda Se-Segera Mungkin!

Sebagai pihak yang dituntut untuk dapat melayani konsumen sebaik mungkin, Anda juga dituntut untuk dapat merespon keinginan sekaligus kebutuhan konsumen dengan cepat, alias se-sigap mungkin. Dimanapun itu, kecenderungan calon konsumen untuk membeli barang adalah seorang seller yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya sebaik dan secepat mungkin.

Kapan Sebaiknya Strategi-Strategi Ini Dilakukan?

Kapan sebaiknya strategi-strategi ini dicanangkan?

Sebagai contoh, down selling sebaiknya dicanangkan saat Anda mendapati calon-calon konsumen Anda selalu menolak produk Anda meskipun Anda sudah menawarkannya berkali-kali.

Dengan menggunakan strategi ini, harapannya adalah calon konsumen Anda akan tertarik untuk membeli dan setelah membeli tingkat kepercayaan mereka terhadap produk Anda semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu pemakaian mereka terhadap produk Anda. Dengan begitu Anda bisa menawarkan lagi produk Anda kepada mereka, sebab mereka sudah membuktikan sendiri kualitas produk Anda.

Saat konsumen Anda sudah memahami sekaligus mempercayai produk Anda, strategi ke dua pun bisa dilakukan, yaitu dengan mencanangkan strategi up selling (menawarkan produk dengan nilai tambah) sekaligus cross selling (merekomendasikan produk tambahan atau pelengkap produk utama Anda).

Jadi, kesimpulannya, down selling adalah strategi awal yang dipergunakan untuk memulai suatu penjualan yang pada umumnya sulit terjadi, kemudian up selling dan cross selling dipergunakan untuk memperbesar omset penjualan, yaitu dengan cara memperbesar jumlah item pembelian konsumen.

Sebenarnya, masih ada banyak lagi teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk memperbesar omset penjualan Anda, seperti teknik bundling, cross promotion, trik social proof, hingga teknik lain yang bersifat psikologi.

Tetapi tentunya teknik-teknik tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda sekaligus kapan tepatnya teknik-teknik tersebut dibutuhkan. Atau jika Anda bisa langsung melakukan teknik-teknik tersebut secara bersamaan, maka tentunya omset yang Anda raih, tidak diragukan lagi besarannya!

Demikian informasi mengenai strategi penjualan terpopuler yang paling sering diterapkan dalam bisnis. Semoga informasi yang satu ini dapat membantu Anda untuk meningkatkan omset penjualan online Anda, sekaligus menjadi bahan pertimbangan Anda dalam mengelola bisnis online Anda. Selamat bekerja!

Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing | PT APPKEY
PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Jasa Pembuatan Aplikasi

Jasa Pembuatan Website

Jasa Pembuatan Paket Aplikasi

Jasa Pembuatan Internet Marketing

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam informasi menarik tentang IT, Bisnis, Ekonomi, Berita Domestik dan Global langsung melalui email Anda. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Blog Post Ranking 10

7 Jenis Font Paling Sering Digunakan Oleh Para Profesional Dalam Desain Grafis

Anda seorang desainer grafis? Atau, Anda baru hendak terjun kedalam dunia desain grafis? Pekerjaan membuat desain, meski terlihat mudah,...

10 Contoh Iklan Penawaran Jasa dan Produk Paling Menarik!

Jika Anda pernah mengeluarkan produk atau layanan baru, Anda tahu betapa sulitnya mengeluarkan kata. Anda mungkin melakukan iklan penawaran...

Startup Repair Adalah ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat ini laptop menjadi alat yang memiliki peran begitu penting. Hampir semua orang menggunakan laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya atau...

7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui & Pelajari

Pernahkah Anda melihat sebuah film animasi atau sebuah gambar dengan desain grafis yang cantik, estetik dan menarik? Pernahkah Anda...

Jenis-Jenis Perusahaan Jasa di Indonesia

Perusahaan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan komoditi yang dipromosikan ke masyarakat, yaitu barang dan jasa. Perusahaan produk sudah jelas...

14 Aplikasi Desain Taman Untuk Pemula (Gratis)

Anda adalah salah seorang yang ingin memiliki rumah dengan desain taman yang menarik maka sangat cocok sekali beberapa informasi...

Facebook Ads dan Panduan Utamanya Untuk Bisnis Anda

Hampir semua orang pernah mengakses Facebook dan dari hasil pengumpulan survey, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2018...

5 Aspek Pemasaran Dalam Kewirausahaan

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus Anda perhatikan sebelum Anda memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut...

25 Tempat Jual Beli Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Dewasa ini, berkembangnya teknologi di Indonesia memunculkan beragam startup e-commerce berkonsep tempat jual beli online yang menjual produk lengkap...

Teknologi Jaringan Tanpa Kabel Disebut ? | Pengertian & Ulasannya

Belakangan ini kita sering mendengar perusahaan-perusahaan gadget yang menawarkan aneka produk nirkabel untuk lebih memudahkan aneka pekerjaan masyarakat. Biasanya, kita...

Jasa Web

Bisnis online

Pengembangan

Murah

Profesional

Toko online

SEO

Pemasaran

Tips

Jasa Aplikasi

Pembuatan Aplikasi

Bisnis online

Pemasaran

Istilah IT

TIPS

TOOLS

JASA

HARGA

Jasa Marketing

Istilah SEO

Teknik SEO

Tips Marketing

Paling Sering dibaca
Mungkin Anda Menyukainya